Lokasi: Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh No.23, Lambah, Kec. Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26192
Map: Klik Disini
HTM: Dewasa Rp.10.000, Anak-anak Rp.5.000
Buka Tutup: 09.00 – 18.00
Telepon: 0822-8405-2528
Panorama Eksotis
Provinsi Sumatera Barat menawarkan pemandangan alam yang eksotis dan landmark yang memukau kepada para wisatawan yang datang berkunjung.
Ada banyak destinasi wisata menarik yang bisa ditemui di sini, seperti Great Wall of Koto Gadang, Jam Gadang, Kepulauan Mentawai, Danau Maninjau, Lembah Arai, Istana Pagaruyung, Danau Singkarak, dan masih banyak lagi.
Selain objek-objek wisata yang sudah terkenal di Indonesia, Provinsi ini juga memiliki beberapa objek wisata lain yang baru dan mungkin belum banyak diketahui oleh sebagian besar traveller.
Padahal, objek wisata baru ini juga menarik dan memiliki potensi menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Salah satunya adalah Green House Lezatta, sebuah objek wisata dengan konsep agrowisata yang menarik perhatian.

Walaupun konsep agrowisata sudah tidak asing lagi di Indonesia, namun di wilayah Sumatera Barat, konsep tersebut masih terbilang jarang.
Mayoritas tempat wisata di provinsi ini lebih menonjolkan keindahan alam sebagai daya tarik utama. Inilah yang membedakan Lezatta dengan destinasi wisata lain yang ada di Sumbar.
Lezatta lebih condong menciptakan objek wisata baru dengan memanfaatkan potensi alam di sekitarnya, sehingga tercipta agrowisata, eduwisata, dan juga wisata yang sedang populer. Mungkin karena konsep yang baru, Green House ini hanya membutuhkan waktu kurang dari satu tahun untuk menarik perhatian pengunjung.
Deskripsi Singkat

Dalam awalnya, Lezatta merupakan sebuah rumah kaca atau pusat pembiakan beragam jenis tanaman, meliputi sayuran, buah-buahan, dan berbagai jenis bunga. Bahkan, Lezatta memiliki koleksi anggrek yang mencakup ratusan jenis dari berbagai daerah, termasuk anggrek langka.
Tanpa diketahui dengan pasti bagaimana perubahan ini dimulai, Lezatta Green House kemudian mengalami transformasi dari sekadar tempat pembiakan biasa menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama dengan keindahan taman bunga yang berhasil menarik perhatian 600 hingga 700 pengunjung setiap harinya.
Baca juga :

Meskipun objek wisata ini masih tergolong baru dan memiliki luas sekitar 400 meter persegi, jumlah pengunjungnya sangat mengesankan. Selain berfungsi sebagai tempat pembibitan dan penjualan bibit tanaman, Lezatta juga menawarkan pengalaman wisata yang menarik.
Banyak pengunjung yang datang ke sini bukan hanya untuk belajar tentang pembibitan tanaman atau membeli bibit, tetapi juga untuk menikmati pemandangan indah dan memanfaatkan spot-spot menarik di lokasi ini untuk berfoto.
Lokasi Green House Lezatta yang terletak di Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh KM 9,5, Desa Koto Hilalang, Kecamatan Ampek Angkek Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 26192, sangat mudah dijangkau karena berada tepat di tepi jalan. Dengan jam operasional dari pukul 09.00 hingga 18.00, tempat ini mampu menarik sekitar 600 hingga 700 pengunjung setiap harinya.

Bagi para wisatawan yang berasal dari Pekanbaru, mereka hanya perlu mencari SPBU Baso. Setelah itu, mereka dapat melanjutkan perjalanan sejauh 100 meter sebelum mencapai tujuan yang berada di sebelah kanan jalan. Sementara itu, bagi wisatawan yang datang dari Kota Bukittinggi, mereka akan menemukan lokasi Lezatta di sebelah kanan jalan sebelum mencapai SPBU Baso.
Karena lokasinya yang mudah dijangkau, disarankan bagi para pelancong yang sedang mengunjungi Kota Bukittinggi atau Payakumbuh untuk singgah sejenak di Green House Lezatta.
Indahnya Taman Bunga

Taman bunga ini tidak hanya memukau dengan keindahan susunan bunga-bunganya yang beragam dan warna-warninya yang mencolok, tetapi juga diperindah dengan berbagai ornamen yang menambah pesona tempat tersebut.
Ada ayunan yang terletak di beberapa tempat strategis, lampion-lampion yang tergantung, payung-payung dan topi-topi yang menghiasi setiap lorong yang dilalui, serta patung-patung binatang dan ornamen menarik lainnya yang mempercantik suasana.
Selain itu, di dalam area taman ini, para pengunjung juga dapat menemukan bangunan-bangunan unik yang memiliki desain rumah kuno bergaya Eropa, rumah hobbit, kereta bunga, serta rumah barby dengan dinding berwarna pink dan atap ungu yang mencolok. Ada pula beberapa bangunan menarik lainnya yang dicat dengan warna-warna cerah yang menyegarkan mata.

Pada bangunan-bangunan tersebut, terdapat aneka jenis tanaman yang menjadi hiasan, termasuk tanaman hidup dan imitasi seperti tanaman dan bunga plastik. Penambahan tanaman dan bunga buatan tersebut dilakukan semata-mata untuk keperluan fotografi, mengingat bahwa tanaman hidup tidak selalu berbunga setiap hari.
Terletak di taman bunga yang indah, dengan bangunan-bangunan yang unik dan menarik, tempat ini menawarkan berbagai kegiatan menarik bagi pengunjung, khususnya anak muda. Salah satu kegiatan utama yang diminati oleh sebagian besar pengunjung adalah berpose dan berfoto di sana.

Tersedia banyak spot-spot cantik di lokasi ini yang tak akan pernah berhenti menjadi objek kamera dan ponsel. Setiap foto yang diambil di tempat ini akan memiliki nilai tambah saat diunggah di feed Instagram dan beredar di berbagai platform media sosial lainnya.
Jika Anda puas berfoto, terdapat sebuah cafe yang terintegrasi dengan alam di sini, yang akan meningkatkan selera makan Anda. Anda juga dapat menuju ke bagian belakang bangunan untuk melihat langsung proses pembibitan tanaman.
Di bagian belakang tersebut, terdapat dua green house. Green house pertama digunakan untuk membibitkan berbagai jenis bunga, sayuran, dan buah-buahan. Selain melihat proses pembibitan, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan petugas yang bertanggung jawab atas pembudidayaan tanaman di tempat ini, atau membeli bibit tanaman yang tersedia.
Sementara itu, green house kedua secara khusus digunakan untuk membibitkan anggrek. Berbeda dengan green house pertama, bangunan ini hanya dapat diakses oleh petugas karena beberapa jenis anggrek memerlukan perawatan khusus.
Selain itu, pengunjung diperbolehkan keluar masuk dari lokasi dan berfoto sesuka hati, namun dikhawatirkan hal tersebut dapat merusak dan mengganggu pertumbuhan tanaman anggrek.

Untuk dapat memasuki tempat pembibitan anggrek, pengunjung wajib memperoleh izin khusus dari pihak pengelola. Kendati demikian, jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk terbatas. Selama berada di dalam tempat tersebut, pengunjung akan senantiasa mendapat pendampingan dari petugas yang bertugas.
Harga Tiket Masuk
Bagi pengunjung yang tertarik untuk mengamati proses pembibitan atau membeli bibit berbagai jenis tanaman, serta yang hanya ingin menikmati keindahan dan berfoto di Green House Lezatta, akan dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp.10.000.
Dengan membayar sekali, Anda berhak menggunakan semua area yang tersedia untuk berfoto tanpa perlu membayar lagi. Namun, jika Anda ingin tampil dengan gaya ala none-none Belanda, Anda akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.50.000 untuk menyewa kostum.

Fasilitas Yang Ada
Fasilitas yang tersedia untuk para pengunjung di Green House Lezatta cukup terbatas, baik karena ukuran tempat wisata ini yang tidak terlalu luas maupun karena bukan merupakan rest area yang cocok untuk bersantai lama.
Pengunjung yang datang ke sini pada awalnya tertarik untuk mempelajari proses pembibitan tanaman dan membeli bibit tanaman. Namun, sekarang mayoritas pengunjung datang untuk menikmati keindahan bunga-bunga dan bangunan unik di dalamnya serta berfoto. Oleh karena itu, mereka biasanya hanya menghabiskan waktu sekitar 2 – 3 jam di lokasi tersebut.
Meskipun terbatas, fasilitas yang ada di Green House Lezatta cukup memenuhi kebutuhan pengunjung. Terdapat petugas yang siap membantu menjelaskan berbagai jenis tanaman dan pembudidayannya, kamar mandi dan toilet, sebuah kafe yang menyajikan beragam makanan dan minuman, serta area parkir untuk kendaraan.