Lokasi: Kampungmandar, Kelurahan Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68419
Map: Klik Disini
HTM: Rp.3.000 per Orang
Buka Tutup: –
Telepon: –
Fasilitas Yang Ada
Fasilitas pantai Boom sangat lengkap karena lokasinya berada di tengah kota. Selain itu, terdapat banyak pilihan hotel untuk Anda menginap.
Seluruh garis pantai ditemani oleh kedai-kedai yang menjual berbagai macam makanan ringan dan hidangan laut.
Jika Anda tertarik untuk menyusuri pantai dengan kuda, Anda dapat menyewanya di tempat ini. Anda tidak perlu khawatir tentang keamanan karena terdapat juga sebuah kantor polisi air di sekitar ini.
Di tepi pantainya, Anda akan menemukan kursi-kursi santai yang dilengkapi payung, dan Anda dapat menyewanya dengan tarif Rp.20.000 per jam.
Harga Tiket Masuk
Tiket masuk hanya Rp.2.000, tidak peduli berapa banyak orangnya atau apakah menggunakan kendaraan atau tidak.
Namun, belakangan ini masyarakat mengeluh karena harga tiket naik menjadi Rp.2.000 per orang, ditambah dengan biaya parkir sebesar Rp.1.000-2.000 untuk sepeda motor dan Rp.3.000 untuk mobil. Yang lebih mengkhawatirkan, kenaikan harga ini tidak tercatat di Dinas Pendapatan.
Selain itu, ada satu tempat yang sama dengan pantai Boom ini yang bernama pantai Plengkung atau lebih dikenal sebagai G-Land. Pantai ini terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi.

Banyuwangi, also known as Bwi, serves as the capital city of Banyuwangi regency, which is the easternmost regency on the island of Java. It is bordered by the Bali Strait and boasts numerous tourist attractions.
One of the popular tourist destinations, particularly among the locals of Banyuwangi, is Boom Beach.
Baca juga :
There are four beaches named Boom in Indonesia. The first one is Boom Beach in Banyuwangi, the second is located in Tuban, the third is Ngebum Beach in the village of Mororejo, Kendal, Kaliwungu, bordering the city of Semarang.
And the fourth one is Ngebum Beach in Pekalongan. Ngebum Beach has a similar pronunciation to “boom,” which often leads to confusion and mix-up among people regarding its fourth name.
The reason behind the similar naming of the fourth beach is unknown. However, in this discussion, we will focus on Boom Beach located in Banyuwangi.

PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Wangi mengelola Pantai Boom Banyuwangi yang menarik minat warga karena lokasinya yang terletak di pusat kota, aksesnya yang mudah, dan jaraknya yang tidak terlalu jauh dari alun-alun.
Pantai ini sering menjadi tuan rumah berbagai acara besar, dan kerap kali mengalami keramaian khususnya pada pagi hari Minggu.
Sejarah Singkat

Pantai ini telah berperan sebagai sebuah pelabuhan penting sejak sekitar tahun 1950, sebelum akhirnya menjadi destinasi wisata populer.
Selain berfungsi sebagai pusat transportasi yang menghubungkan Jawa dan Bali sebelum hadirnya pelabuhan Ketapang saat ini, pantai ini juga menjadi tempat persinggahan bagi pedagang dari berbagai daerah dan negara, serta menjadi tempat berlabuhnya kapal nelayan.
Meskipun kegiatan pelabuhan masih berlangsung hingga saat ini, namun kehebohan yang dulu ada telah berkurang.
Pada tahun 2004, pantai ini menjadi lokasi pembuatan kapal Umbul-Umbul Blambangan yang direncanakan untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi, sayangnya kapal tersebut tenggelam.
Kemudian, pada tanggal 17 April 2013, Pelindo III dan Pemkab Banyuwangi bekerja sama untuk mengembangkan dan membangun pantai ini dengan menciptakan area penjual kaki lima, taman, dan lampu-lampu pelabuhan.
Pada bulan September 2015, dimulailah proyek pembangunan Pelabuhan Boom Marina Banyuwangi di pantai ini, yang menjadi pelabuhan kapal pesiar wisata terbesar di Indonesia.

Ada rencana untuk membangun dermaga berfasilitas mewah yang mendukung pariwisata dari proyek ini.
Pelabuhan ini akan terhubung dengan pelabuhan Benoa Bali dan Labuan Bajo NTT, dan kemudian akan dikembangkan dengan potensi lokasi lainnya.
Namun, proyek ini mengalami berbagai kendala. Meskipun seharusnya sudah selesai pada awal tahun 2023, namun hingga saat ini masih belum terselesaikan.
Beberapa kendala yang muncul meliputi pembebasan lahan dan penggusuran penduduk yang tinggal di sekitar pantai Boom.
Pada bulan Maret 2023, pantai ditutup untuk mempercepat kemajuan proyek ini. Diharapkan proyek ini benar-benar selesai pada pertengahan tahun, dan pantai Boom akan dibuka kembali dengan nama Boom Marina Banyuwangi sebagai destinasi wisata.
Keindahan Lokasi

Berbeda dengan pantai-pantai lain yang umumnya memiliki pasir berwarna putih atau kuning keemasan, pantai Boom menawarkan pesona tersendiri dengan pasir berwarna hitam yang berkilau.
Meskipun bukan hitam pekat, pasirnya memiliki gradasi abu-abu gelap yang unik. Konon, kandungan mineral dalam pasir ini dikatakan memiliki kemampuan penyembuhan untuk kulit dan tulang.
Pantai Boom memiliki luas sekitar 44,2 hektar dan ombak laut yang sangat tenang. Meski begitu, perlu diingat bahwa pantai ini cukup dalam, sehingga tidak dianjurkan untuk berenang di sana.
Di tepi pantai, terdapat deretan kursi-kursi yang dilengkapi dengan payung, menyediakan tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati pemandangan laut. Dari sana, Anda juga dapat menikmati panorama pulau Bali dengan gunung Baturnya yang menjulang.
Tak hanya itu, pantai ini juga terkenal dengan matahari terbitnya yang dijuluki sebagai “the sunrise of Java”.

Oleh karena itu, kedatangan pagi di pantai Boom selalu ditunggu-tunggu oleh pengunjung, terutama bagi mereka yang ingin menangkap momen matahari terbit yang indah ini.
Setelah menikmati pemandangan matahari pagi, Anda dapat menikmati berbagai kegiatan dan olahraga pantai yang menarik, seperti jet ski, paralatang, paramotor, dan berkuda.
Pantai ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi, karena di bagian selatannya terdapat Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Laut, tempat peristirahatan terakhir para pahlawan dari Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yang gugur dalam pertempuran melawan penjajah Belanda di wilayah Banyuwangi.
Misteri Anak Tenggelam
Walaupun memiliki keindahan yang menakjubkan, pantai Boom juga dikenal sebagai tempat yang angker dan misterius karena telah menelan banyak korban jiwa.
Salah satu peristiwa yang paling terkenal adalah tragedi Inkai pada tahun 1982. Pada waktu itu, beberapa puluh karateka dari Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) sedang melaksanakan latihan di sepanjang pantai Boom.

Pada waktu itu, air laut sedang surut dan tidak ada tanda-tanda air pasang yang terlihat. Selain itu, para karateka melakukan latihan mereka di tempat yang jauh dari tepi pantai karena adanya gundukan pasir yang dihasilkan oleh pasang surut air, menghalangi mereka dari mencapai air laut.
Tiba-tiba, sebuah gelombang ombak besar tiba, menyebabkan pasir di sekitar mereka terdorong ke arah pantai. Dalam kejadian tersebut, 26 karateka dan pelatih mereka terseret ke dalam laut dan kehilangan nyawa.
Seorang saksi mata melihat munculnya sebuah tangan tanpa kepala dari permukaan laut. Hingga sekarang, satu jenazah belum pernah ditemukan.
Sebagai penghormatan terhadap peristiwa tersebut, Tugu Inkai didirikan di pantai ini.
Selanjutnya, pada tahun 2015, empat anak yang berusia antara 13 hingga 15 tahun juga terkena seretan ombak pantai dan tenggelam.

Pada mulanya, mereka sedang menikmati mandi di tepi pantai sebelum berenang di sekitar area tragis kejadian kematian puluhan karateka Inkai.
Tiba-tiba, sebuah gelombang ombak besar mendatangi mereka dan menghempaskan mereka. Seorang penduduk yang berada di tepi pantai dengan sigap membantu mereka, tetapi sayangnya ia juga ikut terbawa ombak.
Tiga anak dan penduduk tersebut berhasil diselamatkan oleh nelayan lokal. Dua anak dan penduduk tersebut dalam kondisi baik, namun satu anak mengalami keadaan kritis.
Anak lainnya baru ditemukan setelah tiga hari dalam keadaan tak bernyawa. Banyak beredar cerita bahwa penunggu pantai Boom sering meminta korban manusia.
Meskipun area pantai itu terlihat tenang, namun arusnya sangat kuat dan membahayakan, terutama karena berbatasan dengan arus yang deras dari Selat Bali.
Rute Menuju Lokasi

Pantai Boom terletak di sebelah timur kota Banyuwangi, hanya berjarak 2 km dari pusat kota jika dilihat dari peta.
Anda dapat dengan mudah mencapai pantai ini tanpa harus menggunakan alamat lengkap atau google map, karena petunjuknya sangat jelas dan tidak perlu khawatir tersesat.
Anda memiliki opsi untuk menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan becak motor untuk mencapai pantai ini.
Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat memasuki jalan Dr. Sutomo dari Simpang Lima dan melanjutkan hingga Taman Blambangan.
Saat mencapai lampu merah, ambil arah utara hingga mencapai bundaran PLN, lalu belok kanan ke jalan Nusantara. Dalam waktu singkat, Anda akan tiba di pantai Boom.