{"id":25721,"date":"2023-05-03T03:48:56","date_gmt":"2023-05-03T03:48:56","guid":{"rendered":"https:\/\/wordpress-660014-2156615.cloudwaysapps.com\/?p=25721"},"modified":"2023-05-03T03:48:56","modified_gmt":"2023-05-03T03:48:56","slug":"pemberdayaan-masyarakat-upaya-mengurangi-kesenjangan-masyarakat-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matob.web.id\/note\/pemberdayaan-masyarakat-upaya-mengurangi-kesenjangan-masyarakat-desa\/","title":{"rendered":"Pemberdayaan Masyarakat : Upaya Mengurangi Kesenjangan Masyarakat Desa"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Halo sobat, Kali ini Matob akan membahas tentang <a href=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/pemberdayaan-masyarakat-upaya-mengurangi-kesenjangan-masyarakat-desa\/\" class=\"rank-math-link\">Pemberdayaan Masyarakat<\/a> sebagai upaya mengurangi kesenjangan sosial masyarakat Desa<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Desa mendapat perhatian khusus oleh pemerintah di dua dekade terakhir. Hal tersebut dikarenakan, desa mempunyai potensi yang luar biasa untuk peningkatkan ekonomi nasional. Potensi tersebut di antaranya adalah potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kondisi Umum Pedesaan di Indonesia saat ini<\/h2>\n\n\n\n<p>Kebanyakan desa di Indonesia masih memiliki hamparan sawah yang luas, dengan panorama alam yang masih melekat. Namun, hamparan sawah tersebut sekarang tidak dapat diandalkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin lama, semakin tinggi. Seoalah-olah menjadi petani dan terjun dalam dunia pertanian tidak memiliki masa depan yang menjanjikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Wajar saja, banyak petani tidak menginginkan anaknya untuk menjadi petani atau penggarap tanah. Mereka lebih mengidam-idamkan anaknya kerja di perusahaan (kantoran) atau menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan gaji tiap bulan yang pasti, dan jaminan hidup yang layak. Hal tersebut tentunya, membuat petani tidak memiliki generasi penerus dan luas lahan pertanian semakin lama semakin tidak terurus dan tentunya berkurang karena sebagian memilih untuk dijual atau didirikan bangunan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"730\" height=\"487\" src=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/problematika-di-pedesaan.jpeg\" alt=\"Kondisi Umum Pedesaan di Indonesia\" class=\"wp-image-25724\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/problematika-di-pedesaan.jpeg 730w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/problematika-di-pedesaan-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 730px) 100vw, 730px\" \/><figcaption>desa<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Akibat dari pola pikir yang demikian,\nmembuat masyarakat desa banyak yang melakukan urbanisasi dan merantau ke kota.\nKebanyakan dari mereka memilih mengadu nasib di pabrik untuk menjadi karyawan\natau kuli bangunan dengan penghasilan tetap setiap bulan. Sebagian lagi, bagi\nyang memiliki ekonomi mapan di desa dan memiliki kemampuan nalar yang bagus,\nmereka memilih merantau untuk belajar. Berharap, setelah lulus mendapatkan\npekerjaan yang layak dengan gaji yang maksimal. <\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, jika kita berkunjung ke desa,\njarang sekali menemukan pemuda desa yang nongkrong ataupun berjaga di sawah.\nPenghuni desa kebanyakan di isi oleh orang-orang tua. Kalaupun ada selain orang\ntua, mereka adalah anak-anak atau remaja yang masih usia sekolah. Imajinasi\nmereka pun setelah lulus dari SMA melakukan hal yang sama seperti yang\ndilakukan pendahulunya, merantau ke kota.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi tersebut, sebenarnya bukanlah\nsebuah kondisi yang baik-baik saja. Banyaknya masyarakat desa yang melakukan\nurbanisasi, sudah tentu menambah sesak kondisi kota. Selain itu, beban kota\nmenampung mereka pun menjadi besar. Dan otomatis pemerintah kota harus menyiapkan\nrelokasi tempat bagi mereka agar kota tidak terlihat kumuh denganorang\nberserakkan di mana-mana. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, berpindahnya mereka ke kota bukan pula menjadi solusi yang bagus untuk memecahkan masalah ekonomi (kemiskinan) yang mereka hadapi. Hadirnya mereka ke kota tanpa memiliki bekal kemampuan yang mumpuni malah menjadikan mereka mendapat <a href=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/pengertian-fenomena-sosial-dan-contohnya\/\" class=\"rank-math-link\">masalah baru terutama dalam hal ekonomi dan sosial<\/a>. Dan tidak pula dapat meneyelesaikan kesenjangan ekonomi yang begitu tinggi antara desa dan kota. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"634\" src=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/urbanisasi-1024x634.jpg\" alt=\"urbanisasi\" class=\"wp-image-25725\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/urbanisasi-1024x634.jpg 1024w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/urbanisasi-300x186.jpg 300w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/urbanisasi-768x476.jpg 768w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/urbanisasi.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>urbanisasi<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kedatangan mereka ke kota, malah membuat\nkesenjangan kelas semakin tinggi. Bisa, saja mereka di kota tidak dianggap\nsebagai manusia karena tidak memiliki karya yang dapat dilihat oleh orang.\nBahkan, mereka rela menjadi seorang pencopet dan tidur di kolong jembatan hanya\nsekedar untuk menyambung hidup saja. Dan tentunya hal tersebut hanya menambah\nmasalah baru di kota.<\/p>\n\n\n\n<p>Melihat permasalahan ini, pemerintah\nmempunyai inisiatif untuk memotong laju urbanisasi yang semakin kencang dan\npertumbuhan kesenjangan yang semakin tinggi. Salah satu upaya yang dilakukannya\nadalah membuat dana desa. Hal tersebut dilakukan dengan harapan bahwa potensi\ndesa dapat dimanfaatkan secara maksimal dan pemberdayaan asset sumber daya\nmanusia dapat diolah dengan baik, sehingga akan membuat kekuatan ekonomi baru\nyaitu kekuatan ekonomi komunitas atau masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pemberdayaan Masyarakat dan Pertumbuhan\nEkonomi Lokal<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Secara definitif menurut Mardikanto\npemberdayaan masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dengan\nmasyarakat dalam membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan sehingga\nbertujuan untuk menemukan alternatif-alternatif baru dalam pembangunan\nmasyarakat. Selain itu, Pemberdayaan masyarakat juga dapat diartikan sebagai\nupaya memberikan daya (empowernment) atau penguatan (strengthening) kepada\nmasyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari definisi di atas, pemberdayaan menjadi upaya proritas dalam menumbuhkan ekonomi dan sumber daya masyarakat lokal. Penting, bagi pemerintah desa untuk memahami secara lebih detail tujuan dan tahapan yang harus dilakukan dalam upaya melakukan pemberdayaan masyarakat di desa. Hal tersebut penting untuk diketahui agar dalam proses pemberdayaan masyarakat nantinya tidak menimbukan banyak kontra diktif karena belum terpenuhinya syarat dan tujuan dari pemberdayaan itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"350\" src=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/pemberdayaan-ekonomi-masyarakat.jpg\" alt=\"Pasar tradisionl sebagai pusat ekonomi masyarakat\" class=\"wp-image-25727\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/pemberdayaan-ekonomi-masyarakat.jpg 600w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/pemberdayaan-ekonomi-masyarakat-300x175.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption>Pasar tradisionl sebagai pusat ekonomi masyarakat<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Menurut Suharto pemberdayaan masyarakat memiliki dua makna yaitu, makna proses dan tujuan. Adapu yang dimaksud dengan makna proses menurut Suharto adalah suatu kegiatan untuk memperkuat kelemahan dalam masyarakat. Dalam hal ini, termasuk individu-individu yang menagalami kemiskinan. Sedangkan, yang dimaksud dengan tujuan adalah pemberdayaan menunjuk pada keadaan yang ingin dicapai oleh <a href=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/disintegrasi-penyebab-analisa-dan-contoh\/\" class=\"rank-math-link\">sebuah perubahan sosial<\/a>. Yaitu, masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau pengetahuan dan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial ; menyampaikan aspirasi ; mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalma kegiatan sosal ; dan mandiri dalam pelaksaan tugas-tugas kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses melakukan pemberdayaan, harus\nada tahapan yang dilakukan agar upaya pemberdayaan tersebut berhasil. Menurut\nFahrudin secara sederhana tahapan pemberdayaan masyarakat sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Enabling adalah menciptakan\nsuasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang. Prinsip\ndasarnya adalah setiap individu atau masyarakat memiliki potensi yang dapat\ndikembangkan. Maka dari itu, upaya yang dapat dilakukan agar potensi tersebut\ndapat berkembang dengan cara mendorong (encourage), memotivasi, dan\nmembangkitkan kesadaran (awereness) atas potensi yang dimiliki individu maupun\nmasyarakat.<\/li><li>Empowering adalah meningkatkan\nkapasitas dengan memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat. Dalam\ntahap ini meliputi penyediaan berbagai masukan atau input, dan pembukaan akses\nkepada berbagai peluang yang dapat membuat masyarakat menjadi makin berdaya.<\/li><li>Protecting adalah melindungi\nkepentingan dengan mengembangkan sistem perlindungan bagi masyarakat yang\nmenjadi subjek pengmbangan. Yang harus dicegah dalam pemberdayaan masyarakat\nadalah yang lemah menjadi lemah, sehingga hanya akan menambah jarak kesenjangan\nantar kelasnya. Maka dari itu, dalam protecting ini dapat mencegah terjadinya\npertumbuhan yang tidak seimbang.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"760\" height=\"501\" src=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/community-development.jpg\" alt=\"community development\" class=\"wp-image-25728\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/community-development.jpg 760w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/community-development-300x198.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 760px) 100vw, 760px\" \/><figcaption>community development<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prinsip Pemberdayaan Masyarakat yang Berkelanjutan\u00a0<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain itu, pemberdayaan masyarakat juga memiliki prinsip yang ketat sebagai acuan dalam pemberdayaan. Menurut Najiati dkk, prinsip tersebut di antaranya adalah <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Prinsip Kesetaraan (Egaliter)<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Prinsip dasar yang harus\ndipegang dalam pemberdayaan masyarakat adalah adanya kesetaraan atau\nkesejajaran kedudukan antara subjek yang mau diperdayakan dengan subjek yang\nmau memberdayakan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya kesenjangan\nke dua subjek tersebut. Selain itu, pemberdayaan agar berjalan dengan baik dan\nterjadi saling belajar antara dua belah pihak tersebut. Tidak ada guru dan tidak\nada murid. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Partisipasi<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Program pemberdayaan masyarakat yang dpaat menstimulasi kemandirian masyarakat adalah program yang bersifat partisipatif, direncanakan, dilaksanakan, diawasi, serta dievaluasi oleh masyarakat. Namun, untuk sampai pada tahap tersebut membutuhkan pendampingan yang massif dan membutuhkan komitmen yang tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"409\" src=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/partisipasi.jpg\" alt=\"Partisipasi\" class=\"wp-image-25730\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/partisipasi.jpg 500w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/partisipasi-300x245.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Keswadayaan atau Kemandirian<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Prinsip ini merupakan\nprinsip yang mengedepankan kemampuan atau potensi masyarakat dibandingkan\ndengan bantuan dari pihak lain. Dalam konsep ini, masyarakat dipandang secara\numum tidak ada pemisahan antara masyarakat yang miskin dan kaya. Mereka\ndidorong untuk berkolaborasi agar dapat menciptakan sebuah kekuatan ekonomi\nyang mapan. Ketika kekuatan ekonomi masyarakat kuat, masyarakat tidak membutuhkan\nbantuan dari orang lain dan mudah diprovokasi, sehingga terpecah belah.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Berkelanjutan<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/spectrumsolution.id\/\" class=\"rank-math-link\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Program pemberdayaan<\/a> harus dilakukan secara berkelanjutan atau <em>continue<\/em>. Berkelanjutkan tersebut diharapkan dapat menjadikan culture atau kebiasaan yang baik dalam masyarakat. Meskipun awalnya, program tersebut dirancang hanya sebagai pendampingan jangka pendek. Hal tersebut dikarenakan, pemberdayaan tidak akan pernah berhasil atau mempunyai dampak ekonomi yang besar jika tidak dilakukan secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Teknis dalam Pemberdayaan Masyarakat<\/h2>\n\n\n\n<p>Adapun secara teknis tahapan yang harus\ndilakukan dalam pemberdayaan masyarakat adalah <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tahap Persiapan<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Yang dimaksud dengan tahap\npersiapan di sini adalah hal yang harus disiapkan dalam pemberdayaan. Pertama,\nfasilitator (tenaga pemberdaya masyarakat), kedua, lapangan atau objek\npemberdayaan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tahap Pengkajian (<em>assessment<\/em>)<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam tahap ini yang\ndilakukan adalah mengkaji hal apa saja yang ada di masyarakat. Apa saja yang\ndibutuhkan oleh masyarkat. Tentunya dengan mengunakan metode observasi langsung\nmaupun dokumen. Dalam tahap ini dapat dilakukan secara individu maupun\nkelompok.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"532\" src=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/penelitian-sosial.jpg\" alt=\"riset merupakan tahapan tak terpisahkan dalam pemberdayaan masyarakat \" class=\"wp-image-25729\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/penelitian-sosial.jpg 800w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/penelitian-sosial-300x200.jpg 300w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/penelitian-sosial-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>riset merupakan tahapan tak terpisahkan dalam pemberdayaan masyarakat <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tahap Perencanaan Alternatif Program atau Kegiatan<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam tahap ini, petugas\nsebagai agen perubahan secara partisipatif mencoba melibatkan warga untuk\nberfikir tentang masalah yang mereka hadapi dan bagaimana cara mengatasi\nmasalah tersebut. Tahapan ini mengajak masyarakat untuk berfikir alternatif dan\ninovatif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tahap Pemformalisasi Rencana Aksi<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam tahap ini,\nfasilitator membantu masyarakat dalam perumusan program yang sudah terpikirkan.\nHarapannya dapat terformalasasi secara baik program prioritas yang menjadi\nunggulan dengan program yang tidak. Tentunya, disesuaikan dengan masalah apa\nyang harus diselesaikan terlebih dahulu. Dan dampak implikasinya sangat\nsignifikan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tahap Pelaksanaan dan Implementasi Program <\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam upaya pelaksanaan\nprogram pemberdayaan masyarakat, peran masyarakat diharapakn dapat menjaga\nkeberlangsungan program yang telah dikembangakan. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tahap Evaluasi<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tahap evaluasi merupakan\ntahap merefleksikan usaha dan hasil yang telah dilakukan dan diterima\nmasyarakat. Hal tersebut berguna untuk menentukan langkah-langkah pembangunan\nyang berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tahap Terminasi<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tahap terminasi merupakan\ntahap untuk memutuskan hubungan atau pelesapan antara fasilitator dengan\nmasyarakat yang didampingi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat\nberjalan secara mandiri tanpa diarahkan atau diintervensi pihak lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"536\" src=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/evaluasi-1024x536.jpg\" alt=\"evaluasi pemberdayaan masyarakat\" class=\"wp-image-25731\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/evaluasi-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/evaluasi-300x157.jpg 300w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/evaluasi-768x402.jpg 768w, https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2020\/03\/evaluasi.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo sobat, Kali ini Matob akan membahas tentang Pemberdayaan Masyarakat sebagai upaya mengurangi kesenjangan sosial masyarakat Desa Desa mendapat perhatian khusus oleh pemerintah di dua dekade terakhir. Hal tersebut dikarenakan, desa mempunyai potensi yang luar biasa untuk peningkatkan ekonomi nasional. Potensi tersebut di antaranya adalah potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kondisi Umum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-25721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25721"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25721\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}