{"id":27804,"date":"2023-06-26T18:37:50","date_gmt":"2023-06-26T18:37:50","guid":{"rendered":"https:\/\/matob.web.id\/note\/?p=27804"},"modified":"2023-06-26T18:37:50","modified_gmt":"2023-06-26T18:37:50","slug":"apa-yang-dimaksud-larik-dalam-puisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/matob.web.id\/note\/apa-yang-dimaksud-larik-dalam-puisi\/","title":{"rendered":"Apa yang dimaksud larik dalam puisi"},"content":{"rendered":"<p>Tahukah kalian apa yang dimaksud larik dalam puisi? Jika kalian belum paham apa yang dimaksud larik dalam puisi, tenang saja karena kami akan membahasnya pada artikel berikut ini.<\/p>\n<h2>Memahami apa yang dimaksud larik dalam puisi<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-27806 aligncenter\" src=\"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/01\/apa-yang-dimaksud-larik-dalam-puisi.jpg\" alt=\"apa yang dimaksud larik dalam puisi\" width=\"655\" height=\"409\" title=\"\"><\/p>\n<p>Larik adalah sebuah baris yang dapat berupa satu kata saja, dapat difrase, dan dapat pula seperti sebuah kalimat.<\/p>\n<p><strong>Puisi<\/strong> adalah sebuah karya sastra yang berisi dengan sebuah ungkapan isi hati dari seorang penulis yang dimana telah terdapat sebuah irama, lirik, rima, dan juga ritme pada tiap-tiap barisnya. <strong>Puisi<\/strong>\u00a0ini telah terkemas kedalam sebuah bahasa yang imajinatif dan juga telah disusun dengan menggunakan kata-kata yang padat dan juga penuh dengan makna. Maka dari itu,\u00a0<strong>puisi<\/strong>\u00a0telah mengandung sebuah nilai keindahan atau estetikanya tersendiri.<\/p>\n<p>Terdapat pula\u00a0unsur-unsur fisik\u00a0dari\u00a0puisi\u00a0yaitu ialah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Diksi<\/strong>\u00a0yaitu ialah satu penentuan kata yang dibilang pas kedalam sebuah\u00a0<strong>puisi<\/strong>.<\/li>\n<li><strong>Majas<\/strong>\u00a0yaitu ialah satu gaya bahasa yang telah berbentuk kiasan.<\/li>\n<li>Unsur bunyi atau\u00a0<strong>rima<\/strong>\u00a0yaitu ialah sebuah sajak.<\/li>\n<li>Imajinasi atau\u00a0<strong>citraan<\/strong>, hal ini dapat digunakan untuk dapat memancing imajinasi bagi para pembacanya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk membuat sebuah\u00a0puisi\u00a0tidak bolehlah asal-asalan namun harus mengikuti cara pembuatannya yang harus dikuasai serta dipahami. Berikut merupakan\u00a0cara pembuatan\u00a0sebuah\u00a0puisi:<\/p>\n<ul>\n<li>Menentukan judul atau tema.<\/li>\n<li>Menentukan kata kuncinya.<\/li>\n<li>Memilih <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Diksi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diksi<\/a> atau kata.<\/li>\n<li>Memilih rima.<\/li>\n<li>Memilih bait.<\/li>\n<li>Mengembangkan\u00a0puisi\u00a0dalam semenarik mungkin.<\/li>\n<li>Membuat penutupan yang bagus.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kalian apa yang dimaksud larik dalam puisi? Jika kalian belum paham apa yang dimaksud larik dalam puisi, tenang saja karena kami akan membahasnya pada artikel berikut ini. Memahami apa yang dimaksud larik dalam puisi Larik adalah sebuah baris yang dapat berupa satu kata saja, dapat difrase, dan dapat pula seperti sebuah kalimat. Puisi adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27807,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[330,331],"class_list":["post-27804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan","tag-larik","tag-puisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27804"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27809,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27804\/revisions\/27809"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27807"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/matob.web.id\/note\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}