Cara Kerja Pear of Anguish: Membuka Rahasia Teknik Interogasi yang Menakutkan
Teknik interogasi digunakan untuk mendapatkan informasi dari seseorang yang dianggap memiliki informasi yang penting. Salah satu alat yang sering digunakan untuk interogasi adalah pear of anguish atau pir berauk. Apa itu pear of anguish dan bagaimana alat ini bekerja?
Apa Itu Pear of Anguish?
Pear of anguish, juga dikenal sebagai pear of sorrow atau choke pear, adalah alat interogasi yang dulu digunakan pada abad pertengahan dan modern awal di Eropa. Bentuknya mirip dengan pirus, namun ukurannya kecil dan terbuat dari logam.
Alat ini terdiri dari tiga bagian: kepala yang berbentuk buah pir dengan sisi-sisi yang dapat dibuka, batang yang panjang dan tipis, serta pegangan yang terbuat dari kayu atau logam. Ketika kepala ditekan, sisi-sisi yang terbuka akan memperlebar batang hingga menyebabkan rasa sakit dan bahkan cedera pada korban.
Bagaimana Pear of Anguish Bekerja?
Pear of anguish bekerja dengan cara memasukkan alat ke dalam tubuh korban. Ada tiga cara utama menggunakan alat ini: memasukkannya ke dalam mulut, anus, atau vagina. Kemudian, kepala alat ditekan agar membuka sisi-sisinya, yang membuat batang alat menjadi lebih lebar dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
Teknik memasukkan alat ini ke dalam tubuh korban dianggap sangat mengerikan dan dipasangkan dengan tindakan kekerasan lainnya, seperti pencincangan, pemerkosaan, bahkan hukuman mati. Pear of anguish biasanya digunakan untuk memperoleh pengakuan atau untuk menghukum orang yang dianggap bersalah.
Penggunaan Pear of Anguish di Masa Lalu
Pear of anguish digunakan oleh Tudor England dan di seluruh Eropa. Alat ini pertama kali digunakan untuk menghukum orang yang dianggap telah melakukan tindakan tidak senonoh, seperti homoseksualitas, hubungan seksual di luar nikah, dan kepercayaan yang dianggap bertentangan dengan agama resmi.
Selain itu, Pear of anguish juga sering digunakan pada waktu Perang Salib, di mana para penjaga kota menggunakan alat tersebut untuk memperoleh informasi dari korban yang dianggap sebagai pengkhianat.
Pear of anguish juga digunakan sebagai pembalasan kepada mereka yang dianggap telah melakukan “kejahatan moral”, seperti menyebarkan gosip, atau telah terlibat dalam aksi yang dianggap merusak moral umum.
Pro dan Kontra Penggunaan Pear of Anguish
Penggunaan Pear of anguish menjadi sangat kontroversial di abad ke-19 ketika kisah tentang interogasi dengan alat ini di mulai terdengar di luar dunia penjara. Banyak orang menganggap hal ini sebagai salah satu bentuk penyiksaan yang sangat mengerikan.
Meskipun kontroversial, banyak orang juga mengargumentasikan bahwa penggunaan Pear of anguish adalah bentuk interogasi yang dapat memperoleh informasi yang sangat penting, seperti informasi tentang serangan teroris, kejahatan organisasi, atau kejahatan massal, seperti pembunuhan massal atau pemboman.
Namun, pada tahun 2005, beberapa negara telah membatasi penggunaan Pear of anguish sebagai bentuk penyiksaan, dan penyisihan teknik interogasi yang sama sekali tidak manusiawi.
Kesimpulan
Pear of anguish adalah salah satu teknik interogasi yang paling mengerikan dalam sejarah manusia. Dengan memasukkan alat ini ke dalam tubuh korban, alat ini memicu rasa sakit yang mengerikan dan dipasangkan dengan bentuk kekerasan lain yang dapat merusak tubuh dan jiwa seseorang.
Meskipun kontroversial, Pear of anguish adalah bentuk interogasi yang sangat efektif pada masanya, dan banyak negara telah membatasi penggunaannya sebagai bentuk penyiksaan. Meskipun kita tidak tahu bagaimana teknologi interogasi akan berkembang di masa depan, satu hal yang pasti adalah penggunaan Pear of anguish menjadi catatan kelam sejarah manusia.
Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya.
