fenomena sosial pekerja anak

Pengertian Fenomena Sosial dan Contohnya

Halo Sobat, Apa kabar ?! Kali ini Matob akan membahas tentang fenomena sosial : pengertian, faktor dan contohnya. Simak artikel berikut ini ya.

Pengertian Fenomena Sosial

Fenomena merupakan rangkaian peristiwa dan bentuk keadaan yang dapat diamati dan dinilai lewat kaca mata ilmiah atau lewat disipilin ilmu tertentu. Salah satu fenomena yang dapat diukur dengan kerangka ilmiah adalah fenomena sosial.

Fenomena sosial itu sendiri merupakan gejala atau peristiwa yang dapat diamati dalam kehidupan sosial. Fenomena sosial tersebut dapat terjadi dikarenakan ada suatu kejadian yang diluar dari kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat (sosial).

Dalam ilmu sosial, fenomena tersebut seringkali diidentikkan dengan masalah sosial. Hal tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Soejono Soekanto, fenomena atau masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Fenomena Sosial

Dalam fenomena sosial, ada dua jenis faktor penyebab terjadinya fenomena sosial. Berikut penjelasan singkat mengenai faktor yang membentuk fenomena sosial.

  1. Faktor Kultural. Faktor kultural adalah faktor yang mengandung nilai sosial. Faktor ini tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat.
  2. Faktor Struktural. Faktor struktural mempengaruhi struktur masyarakat yang tersusun oleh suatu pola tertentu.
Fenomena sosial dapat diartikan sebagai gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan sosial. Salah satu fenomena sosial yang terdapat dalam kehidupan kita sehari-hari adalah adanya masalah-masalah sosial yang timbul baik dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

Jenis Fenomena Sosial

Fenomena sosial dapat dibagi menjadi beberapa jenis fenomena sosial yang ada di dalam kehidupan masyarakat. Berikut daftar jenis fenomena sosial di masyarakat.

1. Fenomena Sosial Ekonomi

Jenis fenomena sosial yang pertama adalah fenomena sosial ekonomi. Yakni fenomena sosial yang dilatarbelakangi oleh kondisi atau permasalahan ekonomi. Seperti yang diketahui bersama, perekonomian adalah hal krusial dalam hidup.

Fenomena Sosial Ekonomi

Saking vitalnya peran perekonomian dalam menunjang kehidupan maka dari faktor inilah banyak muncul masalah atau fenomena sosial. Fenomena sosial ekonomi sendiri mendominasi semua fenomena yang diberitakan kepada publik.

Misalnya fenomena banyak atau tingginya angka pengangguran, fenomena PHK di masa pandemi, fenomena kemiskinan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dan lain sebagainya.

2. Fenomena Sosial Budaya

Jenis fenomena sosial yang kedua adalah fenomena sosial budaya. Yaitu fenomena sosial atau masalah sosial yang terjadi karena adanya perbedaan budaya yang saling bertabrakan.

Kemudian fenomena sosial budaya juga bisa terjadi karena adanya perselisihan terkait produk budaya. Contohnya adalah perselisihan tentang pengakuan budaya Reog Ponorogo maupun Wayang Kulit oleh negara Malaysia.

Pengakuan ini kemudian memunculkan tindakan atau bentuk perlawanan yang ditunjukan pemerintah Indonesia. Misalnya pada pengakuan budaya Reog Ponorogo, dimana dimenangkan oleh Indonesia. Kemudian oleh UNICEF diakui sebagai budaya milik bangsa Indonesia.

3. Fenomena Sosial Psikologis

Jenis fenomena sosial berikutnya adalah fenomena sosial psikologi. Yakni fenomena sosial yang terjadi karena adanya masalah pada psikologi atau kesehatan mental dari anggota masyarakat.

Saat seseorang mengalami gangguan kejiwaan maka bisa berpotensi menyebabkan masalah sosial. Masalah sosial yang terbentuk kemudian menyebabkan gangguan kejiwaan juga bagi orang lain. Pada akhirnya memunculkan fenomena yang berulang dan semakin luas.

Fenomena sosial psikologi juga bisa terjadi karena ada suatu kejadian yang membuat trauma pada masyarakat. Misalnya kejadian peperangan, seperti invasi Amerika Serikat ke negara Irak. Masyarakat di Irak tentu mengalami trauma akibat peperangan tersebut.

4. Fenomena Sosial Lingkungan Alam

Fenomena sosial lingkungan alam adalah fenomena atau masalah sosial yang diakibatkan oleh kondisi alam atau sebuah peristiwa alam. Fenomena ini sulit untuk dihindari karena memang kejadian alam tidak bisa dicegah.

Manusia umumnya hanya bisa meminimalkan dampaknya. Misalnya pada fenomena erupsi gunung berapi di suatu daerah di Indonesia. Oleh BMKG biasanya akan diketahui mengenai resiko terjadinya erupsi sehingga bisa memberikan informasi bagi masyarakat untuk mengungsi.

Hal ini bisa membantu menurunkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar saat erupsi terjadi. Namun, bencana alam seperti erupsi gunung berapi tentunya tidak bisa dicegah. Sebab bencana alam apapun bentuknya tidak bisa dikendalikan oleh manusia.

5. Fenomena Sosial Biologis 

Fenomena sosial biologis merupakan fenomena sosial yang terjadi karena faktor biologi. Misalnya fenomena tentang penyakit menular, termasuk juga pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

Perkembangan biologi sebuah virus membuat penyakit Covid-19 mudah menular dan dialami oleh nyaris semua manusia di muka bumi. Pada beberapa bulan yang lalu, saat kasus positif Covid-19 sedang tinggi. Masyarakat Indonesia banyak yang menghembuskan nafas terakhirnya.

Contoh Fenomena Sosial di Indonesia

Dari dua faktor tersebut, kita dapat melihat beberapa contoh fenomena sosial yang terjadi di lingkungan kita. Seperti yang dijelaskan di bawah ini

1. Mudik

fenomeda mudik lebaran di indonesia
fenomeda mudik lebaran di indonesia

Mudik adalah salah satu fenomena sosial yang dimiliki Indonesia, bahkan bisa dikatakan hanya di Indonesia. Fenomena ini sendiri, biasa dikenal dengan pulangnya orang merantau ke tanah kelahiran asli, dan biasanya dilakukan pada saat menjelang hari raya.

Fenomena ini sudah menjadi sebuah kebudayaan baru di Indonesia. Sebuah rutinitas wajib yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Penyambutan besar-besaran tersebut terjadi dikarenakan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Selain itu, libur panjang yang diberikan dalam moment ini yang membuat masyarakat rantau untuk menghabiskan waktu di kampung halaman, semari melepas penat yang menumpuk karena beban pekerjaan.

Jadi upaya menyambung tali dilaturrahmi dalam moment lebaran ini sangat pas. Semua instansi atau lembaga (baik pendidikan, pemerintahan, maupun industri) memberikan waktu libur panjang, yang membuat masyarakat mudah untuk berkumpul dnegan sanak keluarga, ataupun teman lama sembari melepas rindu yang tidak terbendung.

Dalam moment mudik ini biasanya juga diselipkan moment reuni, entah reuni teman sekolah, teman main, ataupun rekan organisasi. Dan moment ini biasanya yang ditunggu-tunggu para pemudik, sekaligus pelengkap mudik tersebut.

baca juga artikel apa yang dimaksud dengan norma sosial?

2. Kriminalitas

Kriminalitas salah satu jenis fenomena sosial yang dapat ditemukan di semua negara yang ada di dunia. Kriminalitas ini seperti halnya naluri negative yang dimiliki oleh setiap manusia. Kemunculannya dikarenakan manusia tersebut tidak mampu mengendalikan diri terhadap emosi negative yang ada dalam dirinya. Bahkan, kriminalitas ini membentuk sebuah studi khusus yang dinamakan kriminologi. Sebuah studi ilmiah yang membahas mengenai tindakan kriminal.

Dalam studi kriminologi, tindakan kriminal bisa terjadi karena dua hal. Pertama karena kultural dan struktural. Tindakan kriminal yang terjadi karena kultural, biasanya konstruksi sosial atau lingkungan yang mendorong mereka untuk melakukan hal tersebut.

Selain itu, bisa juga dikarenakan karena tidak samanya kesempatan yang dimiliki seseorang dalam melakukan sebuah perilaku sosial. Misalnya, kesempatan si kaya dan miskin dalam melakukan perilaku sosial (dalam hal ini dalam memiliki sesuatu). Karena si miskin tidak memiliki kesempatan yang sama dan si miskin menginginkan sebuah kesempatan yang sama dengan si kaya. Maka si miskin harus melakukan sebuah tindakan kriminal demi mendapatkan sebuah kesempatan yang sama tersebut.

Adapun yang dikarenakan faktor struktural, seperti halnya yang dilakukan oleh para koruptor yang melakukan tindakan kriminalnya dikarenakan mereka memiliki kesempatan dalam memegang struktur pemerintahan. Ada juga, pembakaran mobil pejabat pemrintahan karena mereka tidak dapat melakukan tugas pemerintahannya dengan baik.

3. Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk

Dalam suatu negara, terjadinya kepadatan penduduk adalah sebuah keniscayaan. Artinya, mungkin dan akan terjadi kepadatan dalam sebuah negara. Kepadatan tersebut bisa terjadi karena kurang terprogramnya laju pertumbuhan penduduk di suatu wilayah. Selain itu, ketidakmerataan dalam pemanfaatan lahan di suatu wilayah juga mengakibatkan kepdatan penduduk.

Hal tersebut yang terjadi di Cina sekarang. Cina adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Kepadatan di Cina terjadi salah satunya dikarenakan tingginya angka harapan hidup dinegara tersebut. Laju kelahiran lebih cepat dibandingkan dengan laju kematian. Selain itu, dulu belum adanya pembatasan anak di negara tersebut. Sedangakan jumlah wilayah di negara tersebut tetap dan cenderung berkurang.

Salah satu kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menghindari terjadinya kepadatan penduduk adalah dengan membatasi jumlah anak dalam sebuah negara (misalnya, dua anak lebih baik yang diterapkan di Indonesia, dan satu anak cukup yang ditetapkan di Cina). Selain itu, pemerintah juga dapat mengunakan kebijakan transmigrasi atau perpindahan penduduk. Dari tempat yang padat penduduk ke tempat yang masih jarang penduduknya.

4. Kenakalan Remaja

Salah satu fenomena sosial yang selalu mendapatkan perhatian serius adalah kenakalan remaja. Kenakalan remaja sendiri merupakan perbuatan yang melanggar norma yang berlaku, baik di masyarakat maupun di sekolah.

Kenakalan remaja dapat berupa tindakan yang menimbulkan bagi diri sendiri maupun masyarakat. Kenakalan remaja dapat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya, krisis identitas, pengendalian diri yang kurang kuat, kurangnya perhatian keluarga, lingkungan yang mendukung untuk melakukan tindakan kriminal, dan lain sebagainya.

5. Kerusuhan Massa

Kerusuhan massa merupakan fenomena sosial yang terjadi karena adanya sebuah gerakan massa yang melakukan protes atau aksi massa. Tindakan protes tersebut dikarenakan adanya ketidakpuasan antara masyarakat yang memprotes terhadap yang diprotes (biasanya adalah negara sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan, ataupun korporasi). Kerusuhan itu terjadi karena besaranya gelombang massa yang tidak terkontrol dan tidak dikontrol dengan baik.

demonstrasi 98

Karena tidak terkendali dengan baik, aksi massa atau gelombang massa yang awalnya berjalan damai berujung pada sebuah kerusuhan massa. Tidak hanya itu, kerusuhan terjadi biasanya juga dikarenakan ada yang memprovokasi. Entah itu dari pihak keamanan yang bertugas (dalam hal intel dan pihak kepolisian) ataupun aksi massa. Bisa jadi juga malah dikarenakan kekecewaan masyarakat melihat adanya aksi yang menganggu laju lalu lintas.

6. Aksi Solidaritas

Fenomena sosial aksi solidaritas terjadi karena adanya kepedulian terhadap sesama, dan bersama-sama menyatukan tekad dan kemauan untuk membatu saudara kita yang mengalami musibah ataupun masalah yang besar. Selain itu bisa juga solidaritas karena kelompk tertentu merasa terhina sehingga menjadi masalah bersama contohnya aksi 212.

7. Kemiskinan

Kemiskinan adalah sebuah fenomena sosial yang terjadi di semua negara. Kemiskinan tersebut terjadi karena ketidaksamaan kesempatan dalam memliki sesuatu terlebih kepemilikan barang (ekonomi).

Kemiskinan terjadi dikarenakan dua sebab. Pertama, kemiskinan terjadi disebabkan oleh struktur. Kedua, kemiskinan terjadi disebabkan oleh alamiah.

Kemiskinan yang disebabkan oleh struktur adalah sistem dalam sebuah negara yang memaksa rakyat tersebut itu miskin atau tidak memiliki sesuatu. Misalnya, dalam sebuah negara tidak adanya jaminan kesejahteraan dalam sebuah negara kepada semua rakyatnya, sehingga kesenjangan yang terjadi dalam sebuah negara sangat tinggi.

Kedua, kemiskinan yang disebabkan oleh alamiah. Kemiskinan yang terjadi karena bawaan dari lahir. Dan seseorang tersebut tidak mempunyai keinginan untuk merubah hidupnya.

8. Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga merupakan sebuah fenomena sosial yang ditandai dengan adanya kekerasan dalam rumah tangga. Biasanya mengakibatkan tumbuhnya penceraian dan kekerasan terhadap anggota rumah tangga. Disorganisasi keluarga inilah yang biasanya mengakibatkan tumbuhnya kenakalan remaja.

9. Kejahatan

Kejahatan merupakan perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Kejahatan dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat di lingkungan sosial. Salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah adanya kejahatan adalah dengan membuat aturan (tertulis maupun tidak) agar masyarakat menaati aturan tersebut.

10. Prostitusi

Prostitusi merupakan praktek perdagangan manusia yang bertujuan untuk dijadikan sebagai pelayan seksualitas (pekerja seksualitas). Biasanya hal tersebut terjadi dikarenakan ada ketidakberdayaan masayarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

11. Korupsi

Contoh fenomena sosial yang banyak sekali di Indonesia sekarang ini adalah korupsi, biasanya dilakukan banyak orang di dalam suatu sistem besar. Misalnya di pemerintahan Indonesia, dimana banyak lembaga menjadi sarang bagi para koruptor untuk tumbuh dan semakin makmur

korupsi adalah salah satu contoh fenomena sosial
korupsi adalah salah satu contoh fenomena sosial – Juliari Batu bara koruptor bansos

Contoh 5 Fenomena Sosial yang Sering Terjadi di Masyarakat Barat,

Perbandingan antara masyarakat timur dan barat mengenai fenomena sosial pasti akan sangat berbeda, bahkan tak jarang saling berbenturan. Itulah mengapa sebaiknya saling mengetahui fenomena sosial di suatu negara terlebih dahulu sebelum mengunjunginya, sehingga tak sampai salah dalam bersikap.

Untuk lebih mengenal hal tersebut, maka kamu perlu tahu beberapa contoh fenomena sosial pada masyarakat barat.

1. Individualisme yang erat

Dilansir BBC, masyarakat barat jauh lebih condong untuk bersikap individualis. Artinya mereka tidak akan gemar untuk berurusan lebih jauh dengan orang lain atau bahkan sekadar menunjukan gestur sederhana sebagai bentuk dari kepedulian. Hal ini jelas berseberangan dengan masyarakat timur yang justru biasanya mudah dalam berbaur. Walau begitu, tetap saja hal tersebut kembali lagi pada setiap orangnya.

2. Tidak gemar basa basi

Basa basi mungkin menjadi hal yang umum dilakukan oleh masyarakat Timur seperti Indonesia. Sebetulnya basa basi dilakukan sebagai cara untuk mencairkan suasana, sehingga obrolan jadi lebih terjalin dengan nyaman dan tidak ada kecanggungan.

Hal berbeda justru terjadi pada masyarakat barat yang tak memiliki basa basi sama sekali. Transparent Language menyebutkan bahwa beberapa negara barat seperti Skandinavia dan Amerika tidak memiliki budaya seperti ini, sehingga mereka akan langsung berbicara pada poin utama yang akan dibicarakan. Tidak mengherankan bahwa hal ini kemudian menjadi persoalan tersendiri ketika dua orang berbeda budaya saling berbicara bersama.

3. Disiplin dalam urusan waktu

Kedisiplinan merupakan aspek utama dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Rasanya cukup sulit apabila seseorang tak mampu menjaga kedisiplinan yang mereka miliki, apalagi dalam urusan waktu. Hal inilah yang juga dijunjung secara nyata oleh masyarakat barat.

Budaya untuk hidup secara disiplin dalam urusan waktu adalah modal terpenting yang secara umum dipegang oleh masyarakat yang ada di barat. Tentunya hal ini bisa menjadi satu hal yang patut dicontoh bagi masyarakat timur lainnya.

4. Kebiasaan antri yang baik

Ada satu hal penting yang mungkin masih kerap dianggap sepele dalam kebudayaan masyarakat di dunia, yaitu mengantri. Hal ini menjadi satu hal penting yang dipegang oleh rata-rata masyarakat barat. Melansir Open The Magazine, kebudayaan barat justru cukup condong dalam urusan mengantri, sehingga banyak dari masyarakatnya yang juga patuh akan hal seperti ini.

Berbeda halnya dengan banyak masyarakat lain yang mungkin tak cukup patuh dalam urusan mengantri. Hal ini menyebabkan banyak kerugian yang dirasakan oleh orang-orang apabila sampai ada yang tak taat dalam mengantri.

5. Seks bukanlah hal yang tabu

Di Indonesia dan sebagian besar negara di Asia mungkin masih menganggap seks sebagai suatu hal yang tabu. Tentunya biasanya karena pengaruh budaya, agama, dan norma setempat yang jelas berbeda dalam memandang persoalan mengenai seks.

Berbeda halnya dengan kebudayaan barat yang justru lebih fleksibel dalam urusan seks. Mengutip Meld Magazine, banyak masyarakat timur yang masih tutup mata dan telinga mengenai urusan seks dan hal ini justru bertolak belakang dengan masyarakat barat. Bahkan aktivitas seks menjadi hal yang sudah tak asing lagi, sebab dianggap sebagai kebutuhan biologis masing-masing orang.

Tentunya perbedaan dalam fenomena sosial di masyarakat barat sebaiknya menjadi refleksi dan pengingat untuk saling menghormati budaya yang ada. Jangan sampai mencampuradukkan budaya, sebab hal tersebut justru menyebabkan ketidaknyamanan tersendiri bagi masing-masing orang. Junjung tinggi kebiasaan untuk saling menghormati dan menghargai, ya!