Usaha Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian

Usaha Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian

Kali ini Matob akan membagiakan opini kami tentang bagaimana cara atau usah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian di Indonesia.

Indonesia Negara Agraris

Indonesia adalah negara agraris, hampir 30% wilayah negara ini merupakan daerah pertanian . Namun, hasil pertanian kita terutama pangan sangat rendah. Bahkan, beberapa tahun terakhir kita harus mengimpor bahan dasar produksi pangan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan yang ada di Indonesia. Padahal di pertengahan dekade 80-an kita menjadi negara swasembada pangan terutama beras. Bahkan kita, turut menyelematkan krisis pangan yang ada di Etopia.

Masa kejayaan pertanian kita, seolah hanya menjadi bagian dari romantisme sejarah kejayaan pangan negeri ini. Dan kisah kejayaan pangan tersebut pun tidak berlangsung dengan gemilang dalam kurun waktu yang panjang, setelah kita dihadapkan krisis moneter pada awal tahun 90-an. Yang menyebabkan krisis ekonomi dan menurunnya kualitas dan kuantitas produk pertanian.

Salah satu sebab yang menjadi faktor keburukan kita dalam mengelola pertanian adalah dari dulu kita  tidak mempunyai kemampuan yang baik dalam mengelola pertanian, prihal teknik pengelolaannya beserta mekanisme penjualannya. Selain itu, ketergantungan petani dengan pupuk kimia yang merusak tanah dan didesain merugikan petani yang dilakukan perusahaan pupuk dengan iming-iming  meningkatnya hasil pertanian dan efektifitas dalam proses tanam yang akhirnya membuat petani tergantung oleh mereka.

Subsidi Produksi Untuk Petani

Sejak saat itulah petani tidak mampu menentukan harga hasil pertaniannya sendiri dan harus tunduk serta patuh pada kepentingan korporasi pupuk. Selain itu, adanya kepentingan politik internasional yang membuat negara ini sering kali gagap dalam memposisikan diri yang akhirnya hanya tunduk dalam kebijakan internasional meskipun hal tersebut merugikan negara ini.

Melihat persoalan pertanian dan kondisi pertanian yang ada di negara ini yang semakin lama semakin memprihatinkan ini. Melalui artikel ini, penulis akan mengeksplore lebih jauh mengenai cara meningkatkan usaha pertanian.

Oleh karena itu, artikel ini sangat penting untuk dikaji lebih jauh karena mayoritas penduduk negara kita adalah berprofesi sebagai petani dan mengantungkan hidupnya pada pertanian. Namun, tidak sedikit dari mereka pula yang mengetahui cara atau mekanisme yang baik dalam bertani. Mulai dari proses tanam, panen, dan jual.

Ketidaktahuan mereka dalam sistem pengelolaan pertanian itulah, yang menyebabkan mereka harus menjadi orang yang paling rugi dalam jarring-jaring pertanian karena ada beberapa orang yang memanfaatkannya. Oleh karena itu, artikel ini mencoba ekplore lebih jauh mengenai pertanian dan usaha pertanian.

pertanian indonesia

Pengertian usaha pertanian

Usaha tani adalah sekumpulan kegiatan dalam budidaya pertanian, baik itu mengolah tanah, menanam, memanen, hingga menjual produk pertanian atau kegiatan merawat, membesarkan, dan menternak hewan hingga tahap penjualan. Adapaun orang yang melakukan usaha tani biasa dikenal dengan nama petani atau yang melakukan usaha tani yang berhubungan dengan hewan ataupun unggas disebut peternak.

READ  7 Jenis Tanaman Hias Gantung Ini Layak Dipajang di Rumah, Eksotik dan Menyejukkan!

Pertanian merupakan kegiatan manusia yang termasuk di dalamnya bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan juga kehutanan. Pertanian menjadi salah satu sektor yang sangat penting di negera ini dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Pasalnya, lebih dari 50% penduduk negara ini mengantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Oleh karena itu, kegiatan pertanian juga dianggap sebagai bentuk kegiatan ekonomi.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar dalam sistem pertanian. Sistem ladang, sistem sawah, dan sistem perkebunan.

Adapun yang dimaksud dalam sistem ladang adalah pengolahan tanah yang dilakukan sangat minimum, dengan tingkat produktivitas yang dilakukan oleh petani bergantung pada ketersediaan humus pada tanah.

Sistem sawah adalah usaha pertanian yang membutuhkan teknik budidaya yang tinggi. Sistem sawah ini membutuhkan stabilitas biologi yang tinggi karena pengolahan tanah dan air termasuk dalam bagian dari sistem ini. Dalam sistem ini, kesuburan tanah sangat diperhatikan. Karena hal tersebut sangat mempengaruhi hasil pertanian.

Sistem perkebunan merupakan bagian dari sistem pertanian yang komersial dan kapitalistik. Dalam sistem perkebunan inilah tanaman yang ditanam dalam sistem ini adalah tanaman ekspor yang dapat diproduksi secara makro. Sehingga dalam sistem perkebunan ini biasanya dibuka untuk memenuhi industri kecil ataupun membuka lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, agar pertanian dalam segala sistem tetap menjadi produk prioritas unggulan ekonomi negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Maka penting untuk mengetahui cara meningkatkan hasil pertanian yang memiliki kuantitas yang banyak dan kualiatas yang baik.

Upaya Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian

Lalu bagaimana langkah usaha yang dapat ditempuh untuk meningkatkan hasil produksi pertanian?

1. Intensifikasi Pertanian

Intensifikasi Pertanian

Intensifikasi pertanian merupakan cara pengolahan lahan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan hasil pertanian dengan memanfaatkan pelbagai sarana yang ada. Daerah yang sering mengunakan cara ini dalam upaya meningkatkan usaha hasil pertanian adalah Jawad an Bali. Hal tersebut dikarenakan, daerah ini memiliki luas lahan yang sempit.

Salah satu cara yang bisa dilakukan mengunakan Intensifikasi pertanian adalah dengan mengunakan program panca usaha tani yang berlanjut sapta usaha tani.

Berikut adalah sapta usaha tani ;

  1. Pengolahan tanah yang baik
  2. Pengairan secara teratur
  3. Penggunaan bibit yang unggul
  4. Lakukan pemupukan secara teratur sampai menyerap ke bagian bagian akar
  5. Langkah pemberantasan hama serta penyakit pada tanaman
  6. Pengolahan setelah panen

2. Ekstensifikasi Pertanian

Ekstensifikasi Pertanian

Ekstensifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan hasil produksi pertanian dengan cara memperluas lahan. Adapun cara memperluas lahan dapat dilakukan dengan membuka area hutan, memanfaatkan daerah sekitar rawa, membuka semak bekular, membuka lahan pertanian yang belum dimanfaatkan, serta membuka persawahan pasang surut.

READ  Startup Pertanian : Membantu Petani Dalam Proses Pendistribusian Produk Hasil Pertanian

Selain itu, ekstensifikasi dapat pula memanfaatkan lahan perkotaan dengan mengunakan gang atau halaman rumah. Pertanian seperti ini biasanya mengunakan model holtikultura atau vertikultur.

Cara seperti ini biasanya dilakukan di daerah yang jarang penduduknya, sehingga masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Biasanya terjadi di daerah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

3. Diversifikasi Pertanian

Diversifikasi Pertanian

Diversifikasi pertanian merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dengan cara memanfaatkan beberapa jenis produksi. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu tanaman.

Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan mengunakan du acara  :

  • Memperbanyak jenis kegiatan pertanian

Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, petani tidak hanya menanam produk pertanian saja melainkan juga berternak hewan maupun ikan. Dalam satu lahan pertanian apalagi kalau memiliki perairan yang bagu di sawahnya, bisa dimanfaatkan juga untuk perikanan. Seperti halnya dilakukan oleh petani di Dusun Cibluk, Mergoluweh, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Petani di daerah tersebut memanfaatkan lahan sawah selain menanam padi juga bertenak ikan mina. Dalam satu hektar lahan dapat menghasilkan omset 120 juta.

  • Memperbanyak jenis tanaman dalam satu lahan

Salah satu cara yang bisa meningkatkan usaha hasil pertanian, petani menanam lebih dari satu produk pertanian. Misalnya dalam satu lahan pertanian ada dua atau tiga jenis tanaman yang ditanam. Pada musim kemarau bisanya petani menanam jagung dalam satu lahan pertanian. Diversifikasi pertanian mengharuskan dalam satu lahan tidak hanya jagung saja yang ditanam kalau petani menginginkan hasil yang lebih banyak, misalnya menanam jagung dengan kacang.

4. Mekanisasi Pertanian

Mekanisasi Pertanian

Mekanisasi pertanian oleh beberapa orang diartikan dengan cara yang berbeda.  

Mekanisasi pertanian bisa berarti  sebagai pengenalan dan pemanfaatan dari apa saja yang bersifat mekanis untuk menjalankan kegiatan pertanian. Bantuan sifatnya mekanis itu termasuk segala macam alat atau perlengkapan yang dapat bergerak dengan menggunakan tenaga manusia, tenaga hewan, motor berbahan bakar, motor listrik, air, angin, dan sumber-sumber energi lainnya.

Mekanisasi pertanian adalah pengolahan lahan pertanian dengan mengunakan mesin-mesin modern (teknologi). Dengan cara ini, petani bisa lebih efektif dan efesien dalam melakukan pengolahan pertanian. Efektivias dan efesiensi tersebut tentunya akan memangkas tenaga serta waktu yang dihabiskan untuk mengelola pertanian.  Cara seperti ini biasanya digunakan di kota-kota maju atau negara-negara modern yang akses pada teknologinya lebih mudah.

Mekanisasi pertanian berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang ada dan modernisasi pertanian. Karenanya ada yang mengartikan bahwa sekarang ini teknologi mekanisasi yang digunakan di bidang pertanian dalam proses produksi hingga pasca panen tidak lagi hanya teknologi yang didasarkan pada penggunaan energi mekanis. Teknologi yang digunakan sekarang sudah mulai mempergunakan teknologi yang lebih modern seperti elektronika, sensor, tenaga nuklir, sampai teknologi robotik. Penggunaan jenis-jenis teknologi tersebut dimulai dari  proses produksi, proses panen, sampai pada penanganan dan pengolahan hasil-hasil pertanian.

READ  7 Jenis Tanaman Hias Gantung Ini Layak Dipajang di Rumah, Eksotik dan Menyejukkan!

Intinya dalam artian yang luas Mekanisasi pertanian adalah berbagai tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas lahan, produktifitas tenaga kerja, dan memperkecil ongkos produksi dengan menggunakan alat-alat dan mesin dalam proses produksi sehingga tercapai efisiensi, efektifitas yang berujung pada peningkatan produktifitas, peningkatan kualitas hasil, dan mengurangi beban kerja yang harus ditanggung oleh petani.

 

5. Rehabilitasi Lahan

Rehabilitasi Lahan

Rehabilitasi Lahan merupakan usaha yang dilakukan dengan cara memperbaiki lahan yang awalnya tidak produktif menjadi lahan yang produktif. Hal tersebut bisa dilakuakan dengan cara mengolah tanah kembali pasca panen atau menganti tanaman yang tidak produktif ke tananaman yang produktif.

Sebenarnya pemerintah juga ikut campur dalam meningkatkan jumlah hasil pertanian yang ada di Indonesia. Cara yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan usaha hasil pertanian antara lain :

  1. Memperluas, memperbaiki, dan memelihara jaringan irigasi secara meluas di seluruh Indonesia.
  2. Menyempurnakan sistem pertanian pangan dengan menerapkan pelbagai cara seperti melakukan bimbingan masal
  3. Melakukan pembangunan pabrik pupuk dan pestisida guna melancarkan produksi hasil pertanian.

6. Subsidi Produksi Untuk Petani

Subsidi Produksi Untuk Petani

Cara lain untuk meningkatkan hasil produksi pertanian adalah dengan membangun gudang serta pabrik penggilingan padi dengan harga dasar gabah, sehingga petani tidak diberatkan. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara memberikan subsidi secara intensif kepada petani guna meningkatkan pengelolaan budidaya pertaniannya.

Minimalnya, dapat meringankan petani dalam mengeluarkan budget produksi pertanian. Hal lain yang bisa dilakukan sebenarnya memotong rantai distribusi pertanian yang merugikan petani, mengurangi pengunaan pupuk pestisida kimia yang menyebabkan kerusakan tanah, dan juga melakukan land reform agar kepemilikan lahan tidak hanya dimiliki oleh sekelompok orang tertentu.

Penutup

Yang terpenting sebenarnya menguatkan dan mendidik generasi penerus agar bangga dan ingin menjadi petani. Pasalnya generasi di bidang pertanian Indonesia mengalami penurunan jumlah kuantitas dan kualitas. Mendidik dan mempersiapkan generasi penerus di bidang pertanian bisa menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Sehingga kebutuhan pangan kita dapat dipenuhi oleh kita sendiri.


Baca Juga :