Cara Kerja Antibiotik yang Perlu Diketahui dan Pahami

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang kerap digunakan pada saat kita mengalami suatu infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh kita. Namun, banyak dari kita yang mungkin tidak benar-benar memahami bagaimana cara kerja antibiotik ini dalam tubuh kita.

Di artikel ini, kita akan membahas secara rinci cara kerja antibiotik dan hal-hal penting yang perlu kita ketahui tentang penggunaannya.

Apa Itu Antibiotik?

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan mereka secara efektif. Ada banyak jenis antibiotik yang tersedia, yang bekerja dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa antibiotik hanya efektif melawan bakteri tertentu, sedangkan yang lain lebih luas dalam khasiatnya dan mampu melawan banyak jenis bakteri yang berbeda.

Bagaimana Antibiotik Bekerja?

Cara kerja antibiotik sebenarnya berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Namun, terdapat dua cara umum yang dilakukan oleh antibiotik dalam berinteraksi dengan bakteri, yaitu:

– Menghambat produksi dinding sel bakteri.

Beberapa jenis antibiotik, seperti penisilin dan sefalosporin, bekerja dengan cara menghambat produksi dinding sel bakteri. Dinding sel merupakan struktur penting bagi bakteri, yang melindunginya dari berbagai macam bahaya lingkungan. Jika produksi dinding sel terhambat, maka bakteri pun akan menjadi lebih rentan dan mudah mati.

– Menghambat produksi atau kerja protein bakteri.

Antibiotik lain, seperti tetracycline atau aminoglikosida, bekerja dengan cara menghambat produksi atau kerja protein yang ada pada bakteri. Proteins bakteri dihasilkan untuk membantu bakteri melakukan berbagai tugas penting, seperti memecah makanan dan melakukan replikasi DNA. Jika produksinya terhambat, maka bakteri akan menjadi sulit melakukan fungsinya dengan baik.

Kapan Antibiotik harus Dipakai?

Antibiotik harus digunakan hanya pada saat infeksi disebabkan oleh bakteri, bukan oleh virus. Infeksi virus — seperti pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan atas — tidak dapat ditangani dengan antibiotik, dan penggunaannya justru dapat menyebabkan kuman resisten terhadap antibiotik. Dalam kasus tertentu, antibiotik dapat diberikan pada saat hasil tes laboratorium menunjukkan ada bakteri penyebab infeksi.

Ada juga beberapa jenis infeksi yang membutuhkan antibiotik secepat mungkin untuk mencegah infeksi menyebar ke bagian lain dalam tubuh. Misalnya, infeksi saluran kemih yang telah menyebar ke ginjal dapat meningkatkan risiko kerusakan organ ginjal. Dalam kasus seperti ini, antibiotik dianggap sebagai pengobatan yang penting dan harus segera diberikan.

Sisi Positif dan Risiko Penggunaan Antibiotik

Antibiotik pada umumnya dapat membantu kita meredakan gejala infeksi bakteri dengan cepat dan efektif. Namun, jika digunakan secara tidak benar, penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resiko-resiko yang tidak diinginkan. Sebagian dari resiko-resiko tersebut adalah:

– Resiko reaksi alergi.

Alergi antibiotik berkisar sekitar 1% hingga 10% dari penggunaan obat ini. Reaksi alergi dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dan pada kasus berat dapat menyebabkan sesak napas, bengkak, bahkan kegagalan pernapasan.

– Mengembangkan resistensi bakteri.

Menggunakan antibiotik secara tidak tepat atau terus-menerus dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap obat dan sulit untuk dikontrol. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik dapat menyebabkan infeksi lebih sulit untuk diobati.

– Menimbulkan gangguan saluran pencernaan.

Antibiotik dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, seperti diare, mual, atau muntah. Jika terjadi diare yang berkepanjangan saat penggunaan obat, ini dapat menandakan adanya kelebihan mikroorganisme bakteri yang tidak terkendali dalam usus.

Terlepas dari resiko-resiko tersebut, penting untuk diingat bahwa antibiotik adalah obat yang sangat penting dalam pengobatan infeksi bakteri. Penting untuk memperhatikan cara penggunaannya dan memastikan bahwa penggunaannya sesuai dengan petunjuk yang tepat.

Kesimpulan

Antibiotik adalah obat penting dalam pengobatan infeksi bakteri, yang bekerja dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik bekerja dengan cara menghambat produksi dinding sel bakteri atau protein yang ada pada bakteri.

Ketika digunakan dengan benar, antibiotik dapat membantu kita meredakan infeksi bakteri dengan cepat dan efektif. Namun, penggunaannya yang tidak benar dapat menyebabkan kuman resisten terhadap obat dan resiko-resiko lain. Oleh karena itu, pastikan penggunaannya sesuai dengan petunjuk medis yang tepat.

Sampai jumpa kembali di artikel menarik dari kami di masa yang akan datang.